Info Penyakit: GUILLIAN BARRE SYNDROME

GBS

GUILLIAN BARRE SYNDROME

Apa itu GBS?

GBS adalah penyakit langka yang menyebabkan tubuh menjadi lemah kehilangan kepekaan yang biasanya dapat sembuh sempurna dalam hitungan minggu, bulan atau tahun. GBS mengambil nama dari dua Ilmuwan Perancis, Guillain (baca Gilan) dan Barré (baca Barre), yang menemukan dua orang prajurit perang di tahun 1916 yang mengidap kelumpuhan kemudian sembuh setelah menerima perawatan medis. Penyakit ini menjangkiti satu dari 40,000 orang tiap tahunnya. Bisa terjangkit di semua tingkatan usia mulai dari anak-anak sampai dewasa, jarang ditemukan pada manula. Lebih sering ditemukan pada kaum pria. Bukan penyakit turunan, tidak dapat menular lewat kelahiran, ternfeksi atau terjangkit dari orang lain yang mengidap GBS. Namun, bisa timbul seminggu atau dua minggu setelah infeksi usus atau tenggorokan. Mari kita belajar lebih jauh lagi.

Apa gejala GBS?

Gejala awal antara lain adalah: rasa seperti ditusuk-tusuk jarum diujung jari kaki atau tangan atau mati rasa di bagian tubuh tersebut. Kaki terasa berat dan kaku atau mengeras, lengan terasa lemah dan telapak tangan tidak bisa menggenggam erat atau memutar seusatu dengan baik (buka kunci, buka kaleng dll)

Gejala-gejala awal ini bisa hilang dalam tempo waktu beberapa minggu, penderita biasanya tidak merasa perlu perawatan atau susah menjelaskannya pada tim dokter untuk meminta perawatan lebih lanjut karena gejala-gejala akan hilang pada saat diperiksa.

Gejala tahap berikutnya disaaat mulai muncul kesulitan berarti, misalnya: kaki susah melangkah, lengan menjadi sakit lemah, dan kemudian dokter menemukan syaraf refleks lengan telah hilang fungsi.

Apa penyebab GBS?

Penyakit ini timbul dari pembengkakan syaraf peripheral, sehingga mengakibatkan tidak adanya pesan dari otak untuk melakukan gerakan yang dapat diterima oleh otot yang terserang

Karena banyak syaraf yang terserang termasuk syaraf immune sistem maka sistem kekebalan tubuh kita pun akan kacau. Dengan tidak diperintahakan dia akan menngeluarkan cairan sistem kekebalan tubuh ditempat-tempat yang tidak diinginkan.

Dengan pengobatan maka sistem kekebalan tubuh akan berhenti menyerang syaraf dan bekerja sebagaimana mestinya.

Bagaimana GBS dapat ter-diagnosa?

Diagnosa GBS didapat dari riwayat dan hasil test kesehatan baik secara fisik maupun test laboratorium. Dari riwayat penyakit, obat2an yang biasa diminum, pecandu alcohol, infeksi2 yang pernah diderita, gigitan kutu maka Dokter akan menyimpulkan apakah pasien masuk dalam daftar pasien GBS. Tidak lupa juga riwayat penyakit yang pernah diderita pasien maupun keluarga pasien misalnya diabetes mellitus, diet yang dilakukan, semuanya akan diteliti dengan seksama hingga dokter bisa membuat vonis apakah anda terkena GBS atau penyakit lainnya.

Pasien yang diduga mengidap GBS di haruskan melakukan test:

1. Darah lengkap

2. Lumbar Puncture

3. EMG (electromvogram)

Sesuai urutannya, test pertama akan dilakukan kemudian test ke dua apabila test pertama tidak terdeteksi adanya GBS, dan selanjutnya.

Apa yang akan terjadi setelah test dilakukan?

Tanda-tanda melemahnya syaraf akan nampak semakin parah dalam waktu 4 sampai 6 minggu. Beberapa pasien melemah dalam waktu relative singkat hingga pada titik lumpuh total dalam hitungan hari, tapi situasi ini amat langka.

Pasien kemudian memasuki tahap ‘tidak berdaya’ dalam beberapa hari. Pada masa ini biasanya pasien dianjurkan untuk ber-istirahat total di rumah sakit. Meskipun kondisi dalam keadaan lemah sangat dianjurkan pasien untuk selalu menggerakkan bagian-bagian tubuh yang terserang untuk menghindari kaku otot. Ahli Fisioterapy biasanya akan sangat dibutuhkan untuk melatih pasien dengan terapi-terapi khusus dan akan memberikan pengarahan-pengarahan kepada keluarga adan teman pasien cara-cara melatih pasien GBS.

Apakah GBS menyakitkan?

Ya dan tidak. Pasien biasanya merasakan sakit yang akut pada saat GBS. Terutama didaerah tulang belakang dan lengan dan kaki. Namun ada juga pasien yang tidak mengeluhkan rasa sakit yang berarti meskipun mereka mengalami kelumpuhan parah. Rasa sakit muncul dari pembengkakan dari syaraf yang terserang, atau dari otot yang sementara kehilangan suplai energy, atau dari posisi duduk atau tidur si Pasien yang mengalami kesulitan untuk bergerak atau memutar tubuhnya ke posisi nyaman. Untuk melawan rasa sakit dokter akan memberikan obat penghilang rasa sakit dan perawat akan memberikan terapi-terapi untuk me-relokasi bagian-bagian tubuh yang terserang dengan terapi-terapi khusus. Rasa sakit dapat datang dan pergi dan itu amat normal bagi penderita GBS.Apakah pasien GBS membutuhkan perawatan khusus?

Pasien biasanya akan melemah dalam waktu beberapa minggu, maka dari itu perawatan intensive sangat diperlukan di tahap-tahap dimana GBS mulai terdeteksi. Sesuai dengan tahap dan tingkat kelumpuihan pasien maka dokter akan menentukan apa pasien memrlukan perawatan di ruang ICU atau tidak.

Sekitar 25% pasien GBS akan mengalami kesulitan di;

1. Bernafas

2. Kemampuan menelan

3. Susah batuk

Dalam kondisi tersebut diatas, biasanya pasien akan diberikan bantuan alat ventilator untuk membantu pernafasan.

Berapa lama pasien dapat sembuh?

Setelah beberapa waktu, kondisi mati rasa akan berangsur membaik. Pasien harus tetap wapada karena hanya 80% pasien yang dapat sembuh total, tergantung parahnya pasien bisa berjalan dalam waktu hitungan minggu atau tahun. Namun statistic membuktikan bahwa rata-rata pasien akan membaik dalam waktu 3 sampai 6 bulan. Pasien parah akan menyisakan cacat dibagian yang terserang paling parah, perlu terapi yang cukup lama untuk mengembalikan fungsi-fungsi otot yang layu akibat GBS. Bisanya memakan waktu maksimal 4 tahun.

Adakah obat untuk penyakit ini?

Obat nya hanya ada 1 macam yaitu GAMAMUNE ( Imuno globuline ) yang harganya 4jt – 4,5 jt rupiah /botol biasanya obat ini diinfuskan kepasien dg jumlah yang dihitung dari berat badan, untuk lebih jelas nya tanya ke dokter, contoh kasus yang dialami Deya dg berat badan pada saat sakit waktu itu 58 KG deya menghabiskan obat ini sebanyak 20 botol, ( 5 botol / hari).

35 Responses to “Info Penyakit: GUILLIAN BARRE SYNDROME”

  1. nicko says:

    terima kasih artikelnya, aku copy gpp kan…
    thanks GBU.

  2. Novi says:

    Ibuku dinyatakan terkena GBS. saat ini sudah berjalan 2 bulan, serangan paling parah adalah pada bagian pernafasan. Ibu dirawat dirumah. kelumpuhan paling fatal ada di bibir sehingga menyebabkan sulit mengunyah dan berbicara. kaki sudah mulai dapat berjalan lagi.

    Terima kasih

    Novi

  3. Klu says:

    Penyakit yang aneh…..
    mungkin karena jarang terjadi itu maka kedengarannya jadi aneh..
    Guillian barre syndrome….

  4. yovi says:

    Thanks atas infonya. Teman saya ada yang kena penyakit ini dan saya sempat khawatir akan ketularan karena pernah bersentuhan dengannya. Sekarang saya jadi tahu kalau sindrom ini tidak menular melalui kontak langsung.

  5. dilla says:

    gwe lg bth bgt more info dr topik ini. kaya patofis nya gt. coz gwe cr di buku patofisnya price&wilson ga dapet. jadi gimana donk?

  6. ara says:

    dilla …
    silahkan liat di sini http://www.gauli.com/2006/05/31/pengenalan-penyakit-gbs/ juga dan berkomunikasi dengan yang lain

  7. deedee says:

    temen aku ada yang kena penyakit ini kr2 2bln yg lalu.sekarang dy menjalani rawat jalan dirumah.beberapa pengobatan alternatif telah dijalani.sekarang dy da ngalamin banyak kemajuan.beberapa pengobatan alternatif da dijalani.smoga kalian yang membuka web ini mau mendoakan kesembuhannya.
    ayo fan cuepet suembuh ya temen2 da pada kangen ma U!
    semoga cepet sembuh…….
    we love U…. muach muach muach

  8. Gita says:

    Saudara sepupu gua kebetulan kena penyakit ini. Padahal sebelumnya dia itu atlit basket yang cukup dikenal di kampusnya. Sekarang dia nggak bisa jalan normal, harus pake tongkat. Gua kadang iba ngeliatnya, tapi penderita ini ternyata nggak boleh terlalu dimajain, dia harus belajar mandiri dan ngga boleh terus tergantung dengan orang lain. Oia bagi yang terkena penyakit ini, gua doakan cepat sembuh. Yang penting disini berusaha terus buat sembuh, percaya diri dan tetap positif thingking. Kelurga juga harus mendukung sepenuhnya untuk kesembuhan penderita.
    Bagi yang punya info atau bagi cerita tentang penyakit ini (dalam bahasa Indonesia) ke gua, tolong kirim email ke gita_mucil@yahoo.co.id atau o.tune @telkom.net

    Gita Andina

  9. Putu Aris says:

    Salam sejahtera,

    Terima kasih untuk info yang telah dipaparkan di sini. Saya tertarik cari info ini karena baru kemarin, 06/05/2007, sepupu saya harus masuk ICU dan dokter mangatakan dia kena penyakit ini. Kasihan, seorang gadis remaja dengan masa depan yang masih panjang. Semoga Tuhan berkenan memberi kesembuhan baginya. Kekuatan doa anda semua sangat kami harapkan.
    Damai selalu.

    Putu

  10. Mikhail T Pribadi says:

    halo..

    saya juga ingin berbagi cerita soal GBS ini..

    ayah saya yang merupakan salah satu manajer bank terkemuka di Indonesia mengalami penyakit ini…

    gejalanya sangat mengejutkan, karena gejalanya mirip dengan flu dan demam biasa.

    tapi setelah beberapa hari, tiba2 badan ayah saya mulai lemas dan terlihat tak dapat melakukan apapun.
    setelah dibawa ke rumah sakit, ternyata dokter mendiagnosa penyakit GBS,entah bagaimana perasaan saya saat itu mendengar ayah saya yang selama ini sehat walafiat bisa tiba2 terserang penyakit yang baru pertama kali saya dengar ini.

    ayah saya telah menjalani pengobatan dan telah menjalani penyakit ini sudah selama 1,5 bulan.

    dan alhamdulillah, dengan banyak orang yang memberi bantuan dan support,akhirnya pelan2 ayah saya sedikit demi sedikit telah mampu menggerakkan tangannya..

    nah,,,

    saya mohon…

    ada yang mengetahui komunitas ato forum yang khusus membahas penyakit ini?

    tempat saya bisa bertanya dan sharing seputar penyakit ini?

    trims.

    Mikhail

  11. Widya says:

    Tetangga saya seorang ibu berusia 45 tahun-an pernah ada yang terkena penyakit GBS ini. Sekitar bulan Juli lalu. Dokter menyatakan bahwa penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Biaya pengobatannya sekitar 90-an juta rupiah. Itupun tidak untuk menyembuhkan, tetapi lebih kepada untuk mempertahankan hidup saja. Suatu hari ada teman saya yang menunjukkan di sebuah website http://www.susukolostrum.com untuk mencoba mengkonsumsi produk mereka. Ternyata Alhamdulillah ada jalan lewat susu kolostrum tersebut untuk menyembuhkan tetangga saya ini. Tadinya sudah lumpuh, tapi dalam 2 minggu sudah bisa hampir normal dan dapat berjalan. Biaya yang diperlukan hanya beberapa ratus ribu rupiah saja. Mulai bulan depan dokter menyatakan tidak perlu lagi membeli obat, karena tidak ada gunanya. Teruskan saja meminum susu tersebut. Mudah-mudahan ini bisa menjadi inspirasi bagi yang teman, tetangga, saudara atau bahkan keluarga yang menderita penyakit GBS ini untuk dapat mencoba susu kolostrum. Siapa tau cocok, jadi tidak perlu keluar biaya besar. Lagipula tidak ada efek sampingannya karena dapat diminum bersama obat dari dokter. Sekarang, banyak teman2 kantor ibu tersebut yang tertarik untuk mencobanya untuk berbagai penyakit. Semoga sharing ini dapat bermanfaat bagi semua. Terima kasih

  12. adian says:

    hoh ? virus gbs t jenis appa ,, kita punna temen ,, waduh kondisinya sangat prihatin sekalii . . . diia masii dirawat ,, smua temen iiank mnjenguknya pasti mnangiis ,, kita harap diia sembuh total dan ,, bisa bermaiin dg kita laggiih ,, aku berharapp . . . kita masii bisa ktawa sperti dullu lagii ,, Ya Allouh ,, sembukan tmen kita ,, (CONDRO) ,,,, apakah gbs itu ? ? ? ? knapa udda buat teme3n kita sakit ? ? ? ? ? ?

  13. ara says:

    silahkan melihat ke bagian ini
    <a href=http://www.gauli.com/2007/12/01/sedikit-ringkasan-pembicaraan-tentang-gbs-guillain-barre-syndrome/ rel="nofollow">http://www.gauli.com/2007/12/01/sedikit-ringkasan-pembicaraan-tentang-gbs-guillain-barre-syndrome/</a>

  14. ajennk says:

    aadduhh..,
    temmenn quuh ada nihh yiannt kna nih vruuzz..,
    ksiaantt banggedhh..,
    aqquh siyyh cma beuharabbh dii bsa sembuhh tottal..,
    heuheu..,
    coz sobadhqquhh ada yiannt ngeceng dyy..,
    sory bangedh bwadh dy..,
    coz aqquh ska beyrandhtem ma diyia..,

  15. ajennk says:

    dduuhh..,
    aqquhh masiih g ngertii nih..,
    maksud penyakidh gebees ituh apah siyh???
    ko ktahnyiah mesti pake obadh yiant 4-4,5 juta sih???
    kant mahal bangedh..,
    aquuh ma tment tmen cma bsa beuharab condro bsa sembuh siyhh..,
    yiantt baca iniih..,
    doain jga yiupt bwadh condro..,

  16. Dia.. says:

    aq umur 17 thn
    aq kna GBS thn 2005 bulan 10..
    aq smbuh dlm 2 mnggu..
    tapi thun 2006 bln 3,aq lumpuh lagi ampe 1 mnggu..
    aq uda brobat..
    tapi ampe skrg,aq msih sring ngrasa gejala2 tu..
    wlo pun ga nyampe lumpuh..
    aq capek..
    aq pngen kaya’tmnn2 laen,yg bsa ngpain aja tanpa hrus takut sakit…
    klo gjala tu uda timbul,skit x…
    kaki aq skit kalo bdiri dari duduk..
    tangan aq lmas..
    aq pngen smbuh..

  17. ovie says:

    thanx bwt infox……….
    aq copy..,
    tmn aq kna GBS
    dagh 3 minggu di ICU
    ..skrg msi koma…
    minta doa’y yah….

  18. Rian says:

    Dear all,
    pagi ini saya baru saja ditelpon dari adik saya yang ada di medan, dia mulai merasa kebas dikakinya jam 3 pagi dan langsung dibawa kerumah sakit.

    ceritanya kembali ke akhir bulan agustus 2007 ketika dia dinyatakan terserang penyakit GBS oleh dokter…menghabiskan waktu selama 4 hari di rumah sakit dan normal…tetapi 2 bulan kemudian di bulan november beliau kembali terserang dan kembali harus dirawat di rumah sakit….

    setelah berjalan 2 bulan sekarang beliau merasa gejala yang sama,semoga ini tidak menjadi lebih buruk

    saya sangat ingin berkonsultasi kedokter masalah hal ini di jakarta, apakah ada rekomendasi dari teman 2?

    jika ada yang bersedia men-share pengalaman dan cara untuk mengatasinya, boleh kita berkomunikasi di alamat ini
    hadriansir@yahoo.com

    thanks for informasi penyakit ini di atas…

    Rian

  19. imut says:

    buat dia…
    kamu yang sabar ya, sayang…
    banyak berdo’a n bersabar…
    kamu harus berusaha sembuh demi orang tua dan saudara-saudaramu..
    juga demi orang lain yang mencintaimu..
    kami semua akan terus mendoakanmu..

    by:imut

  20. yenni Hendrianti says:

    umur gw skr 32 tahun…sebelum gw tau gw kena GBS gw pikir gw kena leukimia coz badan gw cepet cape n nafsu makan gw berkurang..pertengahan tahun 2003 gw kena stroke tangan n kaki sebelah kanan gw n sembuh setelah gw berobat slama 3 mingguan..tapi tahun 2005 berat badan gw naek 1 kg dalam 1 hari tadinya gw pikir emang gw gemukan tapi pas gw sadar tiap hari naek 1kg itu pasti ada apa2nya..akhirnya gw disuruh cek darah lengkap tapi ga da penyakit apa2 trus gw hanya dikasih vitamin n obat untuk kencing biar badan gw ga bengkak..tapi december 2005 tiba2 kaki gw g berasa apa2 seperti kesemutan,kebal..susah deh tuk ngejelasinnya..n tiba2 gw sesak nafas dada gw seperti ke iket..gw masih bisa jalan tapi gw ga berasa kaki gw napak..2 minggu gw dirawat di RS.Cipto mangunkusumo setelah cek ini n itu terakhir gw EMG disitu baru ketauan gw kena GBS…Sekarang gw da bisa jalan bahkan kerja tapi gw belum bisa pake sepatu high heel kesukaan gw..karna kaki sebelah kanan gw masih terasa kebal n kaki sebelah kiri gw terasa panas,n punggung gw terasa sakit klu gw kecapean,akhir 2006 gw dirawat lagi karna kaki gw bengkak n badan gw lemes…gw cape berobat….tapi gw yakin kalau gw pasti sembuh total karna Allah sayang sama gw…

    by :yenni

  21. ely nuryani says:

    Dear Pembaca…
    Kisah sahabatku yang benar2 menyedihkan. Dia (alm) laki-laki baik, sopan, tulus baru berusia 23thn dan tgl 29 Des 07 baru wisuda sarjana.
    Dia tidak pernah mengeluh dan tidak ada gejala yang berarti. Tetapi tgl 29 mlm itu dia mengeluh sakit perut amat melilit tidak tahu sakit perut apa itu. Minggu 30 Des 07, dia sudah lemas dan masih sakit perut, diperiksa ke klinik, klinik merujuk ke rmh sakit, rumah sakit swasta yang pertama didatanginya tidak mengetahui penyakit yang dideritanya sampai Senin 31 Des 07, akhirnya dirujuk ke RSUD dimana saat itu dia sudah tidak sakit perut tetapi sudah tidak berdaya (lumpuh total). Tetapi betapa menyedihkannya sebuah RSUD besar pun tidak dapat mendeteksi penyakit tersebut. akhirnya kamis 3 Jan 08, dia dibawa ke rmh sakit swasta terkemuka di Serpong hanya untuk didiagnosa penyakitnya. Akhirnya dokter di rmh sakit tersebut mengumumkan diagnosa positif GBS padanya. Dibawa kembali dia ke RSUD dan dokter diberitahu. Tetapi keadaannya tidak semakin baik bahkan cenderung memburuk. Entah dokter yang tidak tahu obatnya atau memang penyakit GBS tersebut yang sudah tidak bisa disembuhkan lagi.
    Minggu 6 Jan 08 jam 9 pagi, dia dibawa keluar dari RSUD karena tidak ada perkembangan dan keluarganya memutuskan untuk menjalani pengobatan alternatif. Mau apa dikata? Sahabatku hanya bertahan sampai jam 11 malam hari itu.
    Hanya dalam waktu seminggu, GBS merenggutnya dari semua orang yang mencintainya. Aku menyesal terlambat membaca artikel ini…

  22. Fari says:

    ..keponakan saya, umur 15 thn baru masuk rumah sakit INt Bintaro Jumat tgl 7 Maret kemarin dan diduga kena penyakit GBS..kaki,tangan sudah tidak dpt digerakkan..serta susah napas.. saat ini dia dirawat di ICU dan diberikan Gammaras sebanyak 8 botol sehari..tolong berikan info ttg penyembuhan alternatif untuk penyakit GBS ini..terima kasih..

  23. Anto says:

    Mohon dibahas lebih detail. Terima kasih.

  24. melanie says:

    pacar temen saya terkena penyakit ini,usia pacarnya baru 28tahun.belum genap 1minggu mengidap GBS,ia dipanggil oleh yang diatas.saya penasaran dengan penyakit ini. apa iya,penyakit ini sangat sulit disembuhkan??diluar kepergiannya karana rencana Tuhan.tolong jelaskan lebih detail penyakit ini.thanx.

  25. krisdian says:

    Hati-hati kepada yang pernah menderita GBS jangan terlau capai dan dibebani pikiran, karena ketidak tahuan itu setelah tahun 2006 istriku terserang GBS. +/- 6 bulan kemudian sudah kembali normal dan bekerja seperti biasa. April 2008 ini setelah merasakan gejala-gejala seperti dulu (kesemutan, cipratan air dingin di muka, sesak napas ) ternyata divonis terserang lagi GBS dengan tingkatan yang lebih berat (??) bernama CIDP chronic inflammatory demyelinating polyradiculo-neuropathy . Setelah diingat-ingat kemungkinan pemicunya adalah krn istriku kerja terlalu berat me-lead 2 acara yang cukup besar dalam 2 minggu berturut-turut. Itu kesimpulan sementara yang bisa kami ambil sebagai pemicu kambuhnya istriku kareana ketika ditanyakan ke spesialisnya tidak bis dijelaskan pemicunya yang pasti. Adakah yang memiliki informasi secara medis pemicu kambuhnya GBS sehingga para penderitanya bisa mengantisipasi dan mengatur pola hidupnya dengan lebih baik.

  26. dewi says:

    Saya bingung, apakah saya mengalami GBS apa tidak. Awal mulanya saya sakit Typus. Setelah 3 hari, saya sulit untuk melangkah. Kemudian saya diarawat di RS selama 8 hari. Selama seminggu saya mengalami kelumpuhan. Tetapi saraf-saraf dikaki saya berfungsi. Saya mengalami sakit kalo dipukul or dicubit. Kemudian saya di EMG. Tetapi saya merasa sakit dilistrik. Krna saraf2 dikaki saya masih berfungsi. Apakah saya menderita GBS apa tidak ya ??? …

  27. arti says:

    tq bgt artikelnya, adik ipar sy kena GBS saat ini. artikel ini sangat membantu

  28. Pandega says:

    saya khawatir banget.Adik saya dinyatakan kena penyakit GBS, pertamanya agak membaik tapi saat ini kondisinya drop lagi.Sulit makan dan batuk.Memang sudah ditangani dokter, tapi saya tetap takut.Apa kemungkinan besar penyakit ini bisa sembuh dalam waktu cepat?

    kalau ada yang punya info bisa kirim ke email saya..

  29. Nia says:

    thx bgt buat infonya…tmenku kna GBS,..ampe kakinya kurus banget,tp uda smbh.Apa Gbs bs kmbh lg?

  30. oktavianus mulyadi says:

    baik saya critakan pengalaman saya seorg pria berumur 27 tahun, saya belum pernah masuk RS dan hampir tidak pernah kena penyakit yg berat saya pernah kena DB tapi tidak sampe dirawat masuk RS krn saya masih dapat minum dan makan kebetulan saya memang kuat dlm minum air putih dan ketika pd tgl 16 januari 2009 kmrn saya plg badminton rutin seperti biasa. dan tiba2 ketika pulang dan cuci muka wajah & kaki terasa dingin sekali dan bnr2 terasa berbeda ketika kena air dingin tapi wajar saat itu sedang musim hujan dan cuaca memang agak dingin. setelah cuci muka saya coba bersantai sejenak sblm tidur. tapi kepala saya tidak enak dan merasa tdk enak bdn saya langgsung tidur. swaktu tidur saya gelisah krn pusing2 dan panas dingin. akhirnya mual2 dan sampe muntah lalu saya makan obat antangin krn saya pikir saya masuk angin. lalu tidur kembali panas dingin masih ada dan mual2 lagi lalu saya muntah tapi sudah tidak ada isinya hanya air yg saya minum. akhirnya saya baru bs tidur ketika jam 4 pagi setelah itu. tiba hari sabtu krn kepala saya masih panas dan kebetulan musim hujan dan banyak yg terkena Db saat itu org tua saya khawatir dan membawa saya ke UGD RS d dpn rmh saya(saat itu hari sabtu jam 9an mlm, mao tidak mao hanya bs ke ugd krn tidak ada internist yg praktek). setelah sampe sana diagnosa dokter tsb adalah infeksi radang tenggorokan krn dia melihat tenggorokan sperti itu. dan dari hasil tes darah trombosit saya masih 180.000 jadi masih diats normal sedikit akan tetapi bsk mesti cek darah lg. karena dia takut ini gejala DB awal. dia memberikan saya antibiotik crafit dan obat penurun panas, obat kunyah utk maag(saya tidak pernah punya penyakit maag tapi krn takut reaksi dari obat antibiotik saya diberikan). crafitnya kabel farma dikasih minum 2 x sehari wow 500mg diminum 2 x sehari. akhirna keesokan malamnya adalah hari minggu krn saya merasa tidak panas lagi bdn saya jadi saya tidak mengecek drh dan memilih menunggu apabila saya masih kurang sehat hari senin saja utk mengecek ke dokter spesialis. ya puncaknya di hari minggu malam tsb perut saya bnr2 sakit seperti diremas atau diperas ini terjadi pada bagian perut kiri dan kanan dan diikuti kesemutan dari kaki dan badan. awalnya kmrnyya jg sudah ada gejala seperti ini tapi masih ringan dan masih dapat saya atasi. akan tetapi di mlm itu bnr2 sakit sekali perut saya dan kesemutan itu terus menjalar. dan ketika sekitar jam 03.00-an itu tiba2 kesemutan itu sudah menjalar kepala saya dan wajah dan membuat mulut saya kaku atau otot2nya kaku rada sulit saya gerakan mulut saya. orang tua saya melihat seperti ini panik dan lgsg memutuskan membawa saya ke RS. saat itu saya lemes sekali seluruh tubuh saya sudah sangat lemas dan dibantu papa saya dan pembantu saya ditopang masuk mobil krn bener2 sudah tidak ada tenaga. orangtua saya memutuskan ke RS d dpn rmh saya krn itu yg paling terdekat dari rmh saya krn takut terlambat terjadi sesuatu yg tdk diinginkan. alhasil sampe di UGD sekitar jam 03.30 pintu RS UGD yg tulisannya 24 jam sudah tertutup dan kita mengetuk2 pintu sesaat baru dpt dibuka dan saya berbaring di ranjang UGD. dokter jaganya pun kelihatan bgt baru bangun dari tidur dan bbrp suster jg. sampe dsana yg ada dokter jaganya marah dan berkata mengapa baru jam segini dateng lg dan kenapa tidak mao dirawat di RS kmrnnya. orang tua saya pun hanya pasrah dan bersabar tidak dapat memprotes kpd pihak RS krn tulisannya 24 jam akan tetapi ketika penyakit menyerang kan tidak tahu kapan dan tiba2 menyerangnya alhasil dokter jaga tidak melihat kondisi saya dan memeriksa saya sedikitpun hanya menyuruh suster mengambil darah utk dilihat trombosit saya dan pergi begitu saja. saya saat itu masih menderita kesemutan akan tetapi otot wajah saya krn saya paksakan utk bergerak menjadi normal akan tetapi kesemutan itu masih ada dan perut saya yg melilit sudah hilang. setelah 1 jam menunggu hasil tes darah sambil kecewa dan kesal orangtua saya dgn sikap RS yg bertuliskan UGD 24jam memiliki pelayanan seperti ini. setelah dilihat ternyata trombosit saya meningkat akan tetapi lekosit saya jg meningkat. dan syukurnya dokter jaga tsb masih memberanikan kluar dan menemui kami tiba2 saya bangun dari ranjang (krn saya merasa sudah tidak kesemutan parah lg hanya tinggal sdikit) dan menghampiri orang tua saya utk mendengarkan penjelasan dari dokter krn dokter itu sama sekali tdk menghampiri saya. dokter menjelaskan situasinya krn saya ada infeksi kecil atau ringan menganjurkan crafit(antibiotik yg sdh diberikan kmrn) agar diteruskan dan reaksi perut yg melilit itu adalah penyakit maag saya yg tersembunyi krn saya sering telat makan. dicap saya punya penyakit maag saya tidak terima walaupun saya ada telat makan tapi selama ini seumur hidup saya tdk pernah merasakan sakit seperti tadi ataupun sakit maag. dia menjelaskan reaksi tsb akibat antibiotiknya dan ngotot penyakit maag saya yg tersembunyi. dan diganti obat penyakit maag yg sblmnya dgn yg lebih berat. setelah itu saya pulang dan kembali istirahat di rumah dan pagi harinya adalah hari senin tgl 19 jan 2009 kondisi saya saat itu panas badan saya tdk kambuh lagi, kesemutan di tangan dan sampe kepala masih tetap ada tapi datangnya tiba2 dan suka hilang dgn sndirinya, badan masih terasa blum fit lemes. sore harinya orangtua saya memutuskan membawa saya ke RS yg laen dan menemui internist. setelah itu saya ke internist dan dokter mendengarkan keluhan2 saya sehingga memutuskan tes darah lagi dan melakukan foto abdomen 3 posisi(ini saya keluhkan krn punggung dkt tulang blkg saya ada sedikit tidak enak ketika saya berbaring lurus ketika tidur). hasilnya trombosit saya 244.000 meningkat lagi akan tetapi lekosit jg meningkat lagi dan ada salah 1 dari 3 dengue yg menyatakan positif adalah Dengue Ig. G saya positif yg laennya negatif. jadi dokter tsb memutuskan diagnosa saya ad DB yg positif dan infeksi yg blum jelas dan menyarankan dirawat di RS krn saya blum pernah masuk RS dan orangtua saya jg takut biaya rawat inap RS besar jadi saya meminta dirawat di rmh dahulu akan tetapi bsk paginya harus diperiksa kembali untuk melakukan tes darah lagi. akhirnya malam itu senin saya pulang dan istirhatat akan tetapi mlm itu sampe pagi saya tidak dpt tidur krn kesemutan itu trus menyerang bdn saya dan perut saya jg melilit trus akan tetapi tidak sehebat mlm sblmnya yg menyerang perut saya. dan di pagi harinya kesemutan itu makin hebat membuat perut saya makin mual dgn hebat pada situasi sebelum2nya saya selalu menahan ketika mao muntah tapi di pagi hari itu hari selasa saya tidak dpt menahan lagi itu terjadi ketika saya sudah meminum antibiotik dan obat2 laennya saya muntah dgn hebat sampe kantong plastik besar itu penuh. melihat kondisi saya semakin buruk krn obat sudah tidak dpt menerima obat pagi itu buru2 saya menemui dr internist trakhir. setelah muntah hebat itu perut saya yg diingiri sembab tidak terlihat lagi hanya saya kesemutan2 itu masih ada dan sering terjadi. melihat kondisi seperti itu dan melihat hasil tes darah lagi di hari selasa pagi trombosit saya meningkat dokter menyarankan agar saya dirawat d RS supaya bs lebih dpt di observasi. akhirnya saya setuju karena sya pikir saya d rmh pun sulit tidur dan kondisi bdn saya semakin memburuk. akhirnya saya masuk RS akan tetapi seiring proses mencari kamar rawat inap kondisi saya membaik atau pulih perlahan2 kesemutan itu hilang dgn sndirinya dan mual2 saya hilang total setelah muntah hebat pagi td. saya menjadi pasien yg paling sehat yg dirawat di kamar tsb. krn dpt berjalan sendiri ke kamar rawat inap tanpa butuh bantuan dorongan d atas ranjang ataupun kursi roda. saat itu bnr2 kondisi bdn saya pulih hanya masih lemas. saya diinfus utk yg pertama kalinya seumur hidup saya. saya melakukan tes usg krn saya mengeluhkan sakit pada bagian perut saya kemarinnya dan uniknya itu hanya terjadi ketika pada kesemutan itu berlangsung dan setelah kesemutan itu hilang dlm beberapa waktu itu akan hilang dgn sndirinya sakit2 pada bagian perut saya tsb dan krn merasa saya sehat dan saya masih kuat untuk makan dan minum maka 2 hari saja saya dirawat tanpa ada keluhan sama sekali saya meminta dokter pulang dan dokter memberikan perjanjian utk saya tanda tangani. krn dokter khawatir pd mlm pertama saya dirawat tensi saya naik sampe 160 per berapa saya lupa. dan berhubung pada tes tensi saya normal seterusnya hanya 1 x yg tdk normal sisanya tdk ada keluhan yg berarti kesemutan itu sama sekali tidak timbul ketika 2malam dirawat di RS. dan pada hari rabu mlm dan saya sudah memutuskan besok pagi kluar mlm itu saya minta infus saya dicabut krn saya merasa sudah sehat dan tidak perlu infus krn saya masih dapat minum dan makan obat. hari kamis saya kluar dari RS tsb dan pulang ke rmh untuk mengerjakan pekerjaan saya yg sudah tidak terurus hampir seminggu, dan setelah itu saya harus memberikan pekerjaan saya hari itu dan ketika dalam waktu 3-4 jam kluar dari RS tsb saya mulai lagi merasa kesemutan pada jari2 tangan saya dan naik ke kepala krn merasa tidak sehat saya tidak berani utk pergi menyetir sendiri utk menyerahkan hasil kerjaan saya. maka saya meminta papa saya untuk mengantarkan saya. ketika dlm perjalanan kesemutan tsb semakin hebat dan membuat jari2 saya kaku dan berbentuk aneh atau meringkel seperti mencengkram tapi dengan bentuk yg sangat aneh. dan kesemutan tsb naek menjalar terus sehingga membuat mulut saya mengunci dan membuat saya sulit nafas krn dada saya dipenuhi dgn kesemutan yg luar biasa. saya menjadi agak sulit berbicara dan sulit bernafas saat itu saya cm bisa menangis melihat kondisi saya yg sudah agak sulit menggerakan anggota jari tangan saya dan sulit bernafas. syukurnya ada papa saya di samping saya untuk menemani saya mengantarkan pekerjaan saat itu jg langsung saya dibawa ke RS terdekat dan lgsg di bawa ke UGD. tiba di UGD saat itu tangan saya sudah kaku semua dan sulit bernafas saya diberikan oksigen dlm hidung dan ketika mao diinfus dan diambil darah saya jarumnya pengok krn otot2 di tangan saya kaku dgn susah payah akhirnya diganti lokasi infus tsb dan baru bisa diambil drh. hasil tes darah tsb lekosit 21.300,hemoglobin 12.1, hematokrit 36, trombosit 315.000, kalium 3.0, calsium total 7.75, natrium 137, clorida 101. dokter UGD memutuskan saya harus dirawat RS saya jg sudah pasrah bernafas saja saat itu saya menggunakan oksigen itu pertama kalinya saya menggunakan oksigen biasanya hanya melihat di film-film saja. dokter memutuskan saya harus MRICP keesokan harinya krn lekosit yg sampe 21.300 adalah infeksi yg besar yg mana apabila usus buntu saja itu sudah bernanah apabila lekosit sebesar itu. dan dokter jaga memberikan diagnosa kejadian saya susah bernafas sperti itu adalah imbalance atau dehidrasi kurang cairan elektrolit. mlm harinya saya di USG ulang karena saya mengeluhkan sakit di beberapa bagian perut saya. hasil usg masih tetap sama yg laennya wajar2 saja dan hanya pada ginjal bagian kanan saya ada titik hitam entah apa itu. yg mestinya bersih dibilang batu tapi tidak ada batunya. maka hari jumat sore datang dr urologi untuk memeriksa saya lebih lanjut di usg kembali dan dia mengatakan tulang belakang saya tidak normal krn bawaan dari lahir dan ini menyebabkan otot2 kencing saya kurang kuat sehingga sore itu saya dipasangkan kateter utk melatih otot2 kencing saya. sakitnya sungguh bukan main ketika kateter sudah dipasangkan bagaimana tidak saya seorang pria dipasang kateter sungguh sakit luar biasa saya hanya dapat terbaring trus di ranjang setelah itu dgn kesemutan2 yg kadang timbul. malam itu kesemutannya semakin dtg kembali dan menyebabkan saya jari tangan saya kembali kaku dan sulit bernafas kembali ketika kesemutan itu sudah menjalar ke bagian dada sehingga saya memerlukan oksigen kembali untuk bernafas. karena keadaan seperti itu saya diberikan beberapa suntikan2 kalsium untuk tidak seperti itu lagi. malam itu saya harus puasa makan dan minum karena keesokan paginya saya hrs melakukan MRICP, malam itu benar2 malam yg berat krn sakit dari kateter dan kesemutan itu kembali dan malam itu juga saya memerlukan oksigen kembali utk bernafas dan kesakitan itu sungguh membuat saya gelisah dan sulit tidur sampe saya harus dibantu dgn obat tidur baru dpt beristrirahat. jadi total hari jumat itu saya kesemutan dan sulit bernafas sampe 2 x di RS. hari sabtu stlh proses MRI CP saya kembali ke kamar rawat. dan terjadi kembali kesemutan itu hingga sulit bernafas kembali lagi2 saya diberikan suntikan lagi di infus saya utk membantu hal ini tdk terjadi lagi. setelah kesemutan itu hilang saya mao buang air besar krn sudah diberikan obat pencuci perut krn sudah 2 hari saya blum buang air besar dan pas sampe di WC ketika saya duduk kaki saya keram benar2 seperti sulit digerakkan saat itu masih kesemutan dan saya masih menggunakan oksigen utk bernafas dlm kamar mandi. beberapa kali di hari itu bolak balik ke WC karena saya diberikan pencuci perut untuk membuang kotoran2 saya. dan setiap kali duduk di WC kaki saya lemah lunglai dan keram dlm beberapa saat yang bs hilang dengan sndirinya. di sabtu sore itu saya kembali sulit bernafas padahal sudah menggunakan oksigen ksemutan itu kembali dgn daya yg hebat. setelah bbrp jam bisa bernafas kembali dgn normal tanpa ada rasa sesak di dada. jam 6-7 saat itu saya harus melakukan proses BNOP utk melihat lebih jauh ginjal saya karena sumber infeksinya blom ditemukan sebabnya lekosit saya masih 14.000-an. benar2 sungguh sulit hidup saya saat itu karena setiap hari darah saya diambil dan blom ada diagnosa yg jelas utk sumber lekosit saya saat itu. saya benar2 stress saat itu. bagaimana tidak saya ada infeksi tapi blom dpt ditemukan sumbernya dan diagnosa dokter hanya kekurangan kalsium atau zat2 elektrolit yg menyebabkan kesemutan itu. ketika saya mao di proses BNOP dan sudah disuntik dan tgl proses fotonya saya kembali kesemutan yg hebat krn sebelum di BNOP saya masih kesemutan tapi hanya skala kecil tidak hebat. tapi di ruangan tsb sungguh hebat kesemutan itu terjadi dan membuat proses tsb batal krn saya tdk dpt melanjutakan proses itu. buru2 saya dilarikan ke kamar dan diperiksa oleh dokter. dokter mengatakan respirasi saya bagus dan saya harus tetap berusaha untuk bernafas. mlm itu merupakan puncak titik sakit saya karena selama berjam2 kesemutan itu tidaklah hilang2 dan semakin menjalar trus sehingga kaki2 saya sudah agak sulit digerakkan. mulut saya mengunci sulit utk berbicara dan saya paksakan berbicara bahasa saya terdengar agak aneh sampe2 dokter bertanya apakah pasien cadel. sungguh hebat kesemutan itu sampe2 dada saya terasa kaku dan ketika turun ke perut organ2 badan sya terasa seperti kehilangan fungsinya saya hanya bs menangis dan berkata dokter saya masih mao hidup tolong saya. saat itu dokter jaganya sungguh2 baik hati dia merawat saya tanpa perasaan takut atau ragu2 mendekati saya memberikan saya semangat utk tetap bernafas dari hidung ataupun dari mulut. saya mencoba trus bernafas dari mulut krn hidung saya sudah sangat sulit menarik nafas. dari smua yg saya alami proses trakhir tsb adl yg paling sulit krn kaki saya sudah benar2 kaku sudah benar2 sulit bergerak walaupun saya ingingkan. jari2 tangan saya meringkel ketika jari2 saya dipaksakan untuk lurus ketika dilepas tetap bgitu lagi kembali meringkel. saat itu saya benar2 takut untuk kehilangan nyawa saya bagaimana tidak ketika anda sudah sangat sulit bernafas, sulit menggerakan organ tubuh seperti kaki dan tangan, sulit utk berbicara krn mulut terasa terkunci saya hanya bisa menangis dan bertanya kepada tuhan apabila ia menghendaki tubuh saya malam itu ambilah tetapi jgn memberikan pencobaan yg lebih yg tidak saya sanggup melewati. malam itu keluarga saya berkumpul smua terasa sekali duka mereka saya hanya bisa menangis dan merasa senang sekali mereka dpt menemani saya. adik sayapun yg dari luarkota bergegas ke jakarta datang melihat kondisi saya saat itu. setelah itu berjam2 saya masih sulit bernafas dokter kepala lgsg mengambil tindakan karena suntikan2 yg lwat infus tangan sudah tidak mempan dan takut menyebabkan pembuluh darah pecah. maka dokter memutuskan untuk memasang infus lewat pembuluh nadi besar yg di dada saya lgsg ke jantung. biayanya utk memasang infus tsb 1jt lbh blom termasuk ongkos dokter anesthesianya. sambil kesemutan2 hebat saya dibius dan sambil dibantu respirasi lewat kantung plastik krn oksigennya tidak mampu lagi membantu saya bernafas saya mesti bernafas lewat mulut. setelah dibius dan dipasang infus tsb dan diberikan obat2an mlm itu lancar saya tidur. hari minggu kondisi saya sudah membaik sudah tidak ada kesemutan yg sangat menggangu itu timbul lagi. saya melewati hari imlek di RS terbaring dgn lemas tapi keluarga menjenguk dan teman dtg menjenguk sungguh sebuah hadiah yg berarti buat saya. akhirnya setelah pada tgl 28 jan 2009 kmrn saya keluar dari RS dgn catatan lekosit masih 11.300 dan sampe skrg saya masih berobat untuk melihat perkembangan kesehatan saya. tgl 30 jan 2009 saya check up plus check drh lekosit saya bertambah kembali di angka 14.300. loh koq setelah keluar dari RS dan tanpa ada keluhan lekosit saya masih tinggi. dokter mengatakan mungkin lekosit itu merupakan reaksi2 obat2an kmrn dan menyuruh saya menghabiskan antibiotiknya dan check up kembali dlm 1 bln kemudian dgn cek darah lengkap plus urine dan faeces pd akhir februari 2009 ini. karena saya penasaran dan takut lekosit saya masih aktif akhirnya 2 hari yg lalu saya cek darah kembali ternyata lekosit saya sudah di angka 6900 sudah sangat lega saya melihat kondisi itu. tetapi hematokrit dan hemoglobin saya masih dalam tahap di bawah rata2. semoga pada jadwal pemeriksaan saya ke dokter nanti pd akhir feb ini tidak ada apa2. alhasil sampe saat ini saya sehat2 saja 100% organ tubuhpun juga hanya masih lemas2 pada organ tubuh blom pulih 100% layaknya ketika saya sehat. dan saya sunggu bersyukur krn tidak ada anggota tubuh saya yg lumpuh atau cacat akibat sakit tsb. sakit saya tsb sampe 2 hari yg lalu masih saya anggap saya kurang zat2 elektrolit kmrnnya seperti diagnosa dokter trakhir. sampe ketika tmn saya menyuruh saya membaca sebuah artikel di majalah good housekeeping edisi februari 2009 ini. artikel yg menceritakan lumpuh karena sakit flu. saat itu saya terkejut krn ciri2nya mirip sekali dgn sakit yg pernah saya alami kmrnnya. contohnya adalah mual2,kesemutan yg menjalar, sulit bernafas, perut yg terasa seperti diperas, lekosit yg meninggi. sampe akhirnya saya googling utk mencari tau tentang GBS lebih lanjut seperti hari ini saya juga blom tau apakah sakit saya kemarin itu adl GBS krn saya blom bertemu dokter kembali untuk menanyakan ttg GBS lebih lanjut. silahkan utk teman2 yg punya gejala sama dpt menghubungi saya di email love_and_racing@yahoo.com utk berbagi pengalaman mengenai ini. terima kasih bagi internet yg sudah sangat berkembang luas di tanah air kita sehingga saya dapat menemukan banyak artikel tentang GBS. syukurlah saya tidak ada cacat yg saya alami pada tubuh saya saat ini TERIMA KASIH DAN PUJI TUHAN atas segalanya.

  31. John1271 says:

    Very nice site!

  32. indah says:

    i” m a physiscian thank”s to share the story.. Soo i know what u feeling.. Because now i have a patient GBS… Difficult case..

  33. sarce says:

    hai….
    nama saya sarce, kebetulan saya pernah dengar tentang penyakit ini. saya sangat terharu untuk mendengar.
    theng bangat atas berita seperti ini semoga orang yang menderita dgn penyakit seperti ini selalu mendapat kasih sayang. alx dengan kasih sayang mereka dapat bertahan denga penyakit ini.

  34. Gladys says:

    Terus terang br saat ini saya mengetahui ttng GBS.
    Thanks for the information.

Leave a Reply