POD Wirosaban tetap membantu meski tertimpa gempa

Terutama untuk penyediaan obat di POD (Pusat Obat Gratis) Wirosaban yang membantu daerah gempa di sekitar Wirosaban dan daerah daerah lain.

POD merupakan prakarsa Ibu Menik dan masyarakat Wirosaban untuk masyarakat yang 80% ada di garis kemiskinan (kebawah). POD ini sendiri ada di ruang belakang rumah ibu Menik yang semula menjadi ruang makan keluarga dan disulap menjadi ruang pengobatan dan dokter.

POD sebelum gempa:

Berita tentang POD Wirosaban

www.kompas.com/kompas-cetak/0405/13/DKK/1010043.htm

www.kmpk.org/_art_engine/article.php?article=333&PHPSESSID=686a938b33d6dc177bf772361b6d0be3

www.kompas.com/kompas-cetak/0405/13/DKK/1010043.htm

POD setelah Gempa:

Setelah Gempa POD tetap dijalankan diteras rumah Ibu Menik yang sebagian besar telah rusah karena Gempa, hanya teras dan bagian depan yang tersisa. Kalau malam di teras ini tinggal sekitar 10 -15 orang. Pada hari Selasa Teras ini sudah sempat di beri atap seng dan sebagian masih ditutup dengan seng dan tikar oleh keluarga Ibu Menik. (Foto dibawah diambil hari selasa 30 May 2006 pukul 14.00 dan 18.00. Sampai foto ini dibuat, warga wirosaban yang berjumlah kurang lebih 700 orang belum mendapat bantuan yang berarti. Saat para RT melapor di kecamatan mereka hanya mendapatkan 10 kardus Indomie / RT (kurang lebih 30 – 40 rumah)

Keadaan sekitar POD Wirosaban

Leave a Reply